Kader Hijau Muhammadiyah (KHM) sebagai salah satu komunitas  yang berkonsentrasi pada kelestarian lingkungan, mencanangkan beberapa program untuk menjaga kelangsungan lingkungan hidup agar tetap layak huni. Program ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan juga lembaga formal maupun nonformal. Sekolah menjadi salah satu lembaga formal yang dijadikan KHM sebagai tempat untuk penanaman dasar pendidikan lingkungan hidup sejak dini. Melalui Program “Muhammadiyah Green School (MuGreen)”, KHM yang bekerjasama dengan sekolah-sekolah Muhammadiyah, mulai dari sekolah tingkat dasar sampai sekolah menengah atas mencanangkan program edukasi lingkungan pada siswa untuk menciptakan sekolah hijau dan ramah lingkungan.

Tujuan KHM melakukan kolaborasi dengan lembaga formal atau sekolah-sekolah Muhammadiyah ini, dimplementasi dalam 3 ranah, yaitu ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik.  Dari segi kognitif, KHM ingin memberikan pengetahuan tentang siklus lingkungan hidup dan pentingnya menjaga lingkungan hidup kepada siswa. Dari segi afektif, KHM ingin mengenalkan sejak dini rasa empati terhadap lingkungan,dan melakukan penyadaran generasi muda terhadap dampak kerusakan lingkungan. Kemudian dari segi psikomotorik, KHM juga membekali siswa dengan ketrampilan dalam menjaga dan mengelola lingkungan.

KHM akan mencanangkan beberapa program untuk sekolah atau yang kami sebut Pendidikan Lingkungan hidup sekolah atau “Muhammadiyah Green School (MuGreen)”, berikut beberapa bentuk kegiatannya :

  • Membentuk Koordinator Siswa (KOORWA)

Kordinator siswa  disekolah ini  bertanggung jawab mengkoordinir siswa yang ingin fokus pada pendidikan lingkungan hidup sekolah, serta membantu terlaksananya program KHM.

  • Program  pengolahan sampah “5R ”

Program ini adalah program pengelolaan sampah dengan menerapkan 5R yaitu : Refuse (menolak), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mengolah kembali), Replace (mengganti pemakaian suatu barang ) Repland (penanaman kembali).

Refuse (Menolak)Siswa harus berani menolak benda  yang susah untuk terurai, misalkan kantong plastik atau botol plastic sekali pakai, Styrofoam dan benda-benda lain, yang susah untuk terurai.

Reduce (Mengurangi)
Beli barang atau makanan secukupnya dan sesuai kebutuhan, jika membeli barang atau makanan terlampau banyak otomatis akan menambah jumlah sampah yang akan kita hasilkan, sehingga merencanakan dengan matang semua kebutuhan sebelum membeli,  adalah sikap yang bijak.

Reuse (menggunakan kembali)
Ganti benda sekali pakai, dengan benda yang bisa dipakai kembali dan tahan lama, misalnya  membiasakan membawa kantong kain saat belanja, botol minum dan kotak makan sendiri. Gaya hidup tersebut selain lebih higienis,  juga bisa  ikut berperan mengurangi bertambahnya sampah sekali pakai. Keren bukan ?

Recycle (mengolah kembali)
Mengolah kembali sampah yang terpaksa kita dapatkan, atau tidak bisa kita hindari. Misalnya saat kita membeli suatu produk yang terpaksa menghasilkan sampah Non Organik misal kemasan plastic atau botol, maka kamu bisa mengolahnya menjadi kerajinan tangan dari sampah tersebut. Atau jika memang tidak mampu, maka pilah dan setorkan ke bank sampah terdekat. Namun jika sampah tersebut berupa sisa makanan atau sampah  Organik, maka kita bisa mengolahnya menjadi pupuk kompos.

Repland (penanaman kembali)
Penanaman kembali atau yang biasa disebut dengan reboisasi, disekolah bisa diwujudkan dalam bentuk penanaman tumbuhan disekeliling sekolah.

  • Pengadaan tempat sampah Organik dan non Organik

Tujuan pengadakan tempat sampah ini, adalah untuk memberikan edukasi kepada siswa dan juga agar siswa terbiasa dalam kesehariannya untuk memilah sampah sesuai dengan jenisnya, sehingga dalam pengelolaan sampah nantinya akan lebih mudah. 

  • Program Tanaman hidroponik

Program cocok tanam disekolah. program ini bisa menjadi alternatif sekolah yang berada diperkotaan yang memiliki keterbatasan lahan. Pada pelaksanaannya siswa tidak hanya diajarkan untuk menanam, namun mereka juga dilibatkan langsung untuk merawat tanaman tersebut.

  • Program pemasangan slogan-slogan bertemakan lingkungan

Slogan bertemakan lingkungan, sangat penting dipasang disetiap sudut sekolah yang strategis. Hal ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab kepada segenap elemen dilingkungan sekolah, untuk ikut serta menjaga kelestarian dan keasrian lingkungan sekolah.

  • Program pengadaan air minum isi ulang disekolah

Pengadaan air minum isi ulang disekolah ini untuk memfasilitasi siswa ketika membawa botol minum sendiri. Berharap melalui program ini siswa bisa terbiasa  untuk meminimalisir penggunaan botol plastik sekali pakai.

  • Pengadaan literatur  bertemakan lingkungan

Pengadaan buku-buku yang bertemakan lingkungan, menjadi salah satu penunjang bagi bertambahnya wawasan siswa untuk lebih mengenal lingkungan secara komprehensif.