Opini

Urgensi Nilai Solidaritas sebagai Manifestasi Kekuatan Bangsa guna Menghadapi Pandemi Covid 19

Oleh : Irvan Ulvatur Rohman

Pada akhir tahun 2019, tepatnya bulan Desember di temukan sebuah virus yang pertama kali di Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, salah satu provinsi di Tiongkok. Perlahan tapi pasti, kabar tersebut menjadi sebuah kebenaran ketika WHO mengumumkan bahwa ada varian baru dari virus Corona yang penyakitnya disebut Coronavirus Diseasae 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh Severe Acute Respitoratory Syndrome Coronavrus-2 (SARS-Cov-2). Penyebaran kasus ini tergolong cepat dan juga melebar hingga ke berbagai provinsi lain di China. Kemudian dalam waktu singkat, COVID-19 menyebar ke beberapa negara di Asia seperti Korea, Singapura, Jepang, Malaysia, Hongkong, Taiwan yang menimbulkan beberapa episentrum baru tempat di mana COVID-19  kemudian menyebar secara cepat, dalam skala yang luas dan menimbulkan banyak korban jiwa. 

Hingga akhirnya, pada tanggal 11 Maret 2020, Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus secara resmi mengumumkan virus Corona (COVID-19) sebagai pandemic. Pada tanggal 2 Maret 2020, dua kasus pertama yang terjadi di Depok, diumumkan oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto. COVID-19 selanjutnya terus menyebar hingga ke seluruh penjuru di Indonesia hingga jumlahnya berlipat ganda menjadi ribuan dan tersebar ke berbagai provinsi di Indonesia. Dengan skala bencana yang begitu massif, pada tanggal 13 April, Presiden kemudian mengumumkan bahwa COVID-19 telah menjadi bencana nasional melalui Keppres Nomor 12 tahun 2020. 

Begitu masifnya penyebaran covid 19 tidak hanya berdampak secara vokal pada sektor kesehatan semata. Faktanya terdapat berbagai sektor yang ikut terjangkit di dalamnya, contohnya pada sektor perekonomian, sektor sosial, sektor agama, dan sektor politik. Dalam sektor perekonomian terdapat depalan permasalahan utama yang telah tertuang pada laman Kementerian Keuangan.

Dalam kehidupan sosial masyarakatpun tak luput terkena imbas dari adanya covid 19. Di antaranya adalah timbulnya rasa curiga dan hilangnya kepercayaan terhadap orang –orang yang ada disekitar atau orang – orang yang baru dikenal. Pada aktivitas ibadah tidak luput dari adanya dampak virus corona. Masyarakat dianjurkan untuk beribadah dari rumah, ritual ibadah yang biasa dilakukan oleh umat beragama di tempat – tempat ibadah sementara waktu ditiadakan demi mencegah penyebaran Covid 19.  Sebagai upaya intens demi mengeluarkan Indonesia dari bayang – bayang virus corona.

Pemerintah telah menerbitkan beberapa kebijakan. Diantaranya adalah Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Secara konspetual PSBB sendiri dapat didefinisikan sebagai pembatasan kegiatan tertentu penduduk dalam suatu wilayah yang diduga terinfeksi Corona Virus Disease (COVID 19). Hal ini kemudian diterapkan secara komprehensif oleh beberapa daerah di Indonesia. Tujuan dari penerapan PSBB sendiri sangat jelas yakni sebagai usaha guna mempercepat pemutusan mata rantai covid 19 di Indonesia yang nantinya juga akan berdampak secara inklusif terhadap aspek yang lain.

Selain menerbitkan peraturan terkait dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar, tidak lama kemudian Pemerintah juga telah mengeluarkan kebijakan perihal larangan mudik bagi seluruh masyarakat di Indonesia. Arus mobilisasi orang dari kota terutama epsentrum pandemi  menuju ke penjuru kampung di yakini akan berpotensi besar sebagai transmisi penyebaran covid 19. Untuk itulah sebagai srategi preventif guna mencegah kejadian tersebut, akhirnya pemerintah pusat menerbitkan larangan mudik pada tahun 2020. Beberapa kebijakan pemerintah memang saat ini sedang terealisasikan. Dan semoga semua dapat berlalu kemudian Indonesia segera lolos dari terkaman pandemi covid 19. Akan tetapi kunci keberhasilan dari beberapa kebijakan pemerintah terkait dengan percepatan penangan covid 19 ditentukan oleh satu kesadaran bersama yang kemudian  disebut sebagai nilai solidaritas.

Solidaritas menjadi nilai yang harus tertanam dan terawatt pada setiap elemen bangsa. Mulai dari  Pemerintah, rakyat, tenaga medis dan yang lainnya. Solidaritas sendiri dapat diintepretasikan sebagai perasaan emosional dan moral yang tercipta pada hubungan antar individu atau kelompok menurut rasa saling percaya, kesamaan tujuan, dan cita – cita serta terdapat kesetiakawanan dan rasa sepenanggungan. 

Begitu eksplisitnya nilai – nilai yang dapat diambil dari definisi solidaritas tentu harus dijadikan sebagai senjata terkuat dan utama dalam rangka mengusir covid 19 dari negeri pertiwi.  Pemerintah sebagai penguasa publik memiliki kewajiban berkaitan dengan jaminan perlindungan rakyatnya apalagi di masa sulit seperti ini. Publik sebagai aplikator kebijakan juga harus menyadari akan pentingnya disiplin diri terhadap peraturan yang ada, janganlah mengutamakan egoisme karena itu bukanlah esensi dari solidaritas namun junjung tinggilah nilai empati dan kesadaran.

Lihatlah begitu besar perjuangan, pengorbanan yang telah di lakukan oleh rekan – rekan dokter serta tenaga medis kita sebagai garda terdepan dalam menghadapi covid 19. Sebagai bukti nyata akan rasa simpati terhadap nyawa orang yang terkena covid 19, walau kadang harus mengorbankan kesehatan dan keselamatannya sendiri. Tentu publik juga dibuat terheran oleh begitu banyaknya perjuangan yang dilakukan oleh para relawan sebagai bentuk abdi kepada bangsa.

Rasa solidaritas inilah yang akan menumbuhkan nilai – nilai persatuan diantara seluruh lapisan bangsa. Momentum seperti saat ini haruslah dijadikan sebagai pembelajaran guna membangun solidaritas. Saat ini musuh kita adalah pandemi covid 19 yang telah memporak porandakan segala aspek di Indonesia. Untuk itulah rasa persatuan, rasa sepenanggungan wajib untuk diprioritaskan. Walau mungkin terbatas oleh pertemuan secara langsung, namun jangan kemudian dijadikan sebagai alasan untuk membenamkan solidaritas. Justru di kala situasi seperti sekaranglah hal tersebut harus dikobarkan. 

Cukup dengan menyadari akan tugas masing – masing, dimana pemerintah sebagai lembaga pemutusan kebijakan harus tetap di dukung dan di kawal. Pun adanya dengan rakyat yang juga harus disiplin diri serta mendapat perhatian lebih dari pemerintahnya. Dan yang tidak kalah penting adalah pemerintah dan rakyat bersama – sama dalam memberi semangat serta bantuan kepada sejawat tenaga medis sebagai pahlawan kemanusiaan saat ini.

Basis kekuatan bangsa saat ini adalah nilai – nilai solidaritas, demi rasa persatuan marilah senantiasa untuk merawat dan menumbuhkan nilai solidaritas tersebut sebagai usaha bersama dalam melawan virus corona. Mengingat begitu urgentnya peranan solidaritas sebagai senjata utama dalam menghadapi covid 19. 

Maka sebagai upaya kongkrit menanamkan nilai solidaritas, dapat dilakukan dengan berbagai cara, sebagai berikut :

1. Menanamkan sikap empati kepada sesama
Sedari awal memang empati menjadi nilai tersendiri sebagai bagian integral dari solidaritas. Menjadi kewajiban bagi kita untuk senantiasa menumbuhkan rasa empati kepada orang lain. Saudara kita yang telah terjangkit harus senantiasa diberikan motivasi, diberikan semangat tersendiri. Jangan kemudian menaruh stigma negatif terhadap mereka. Begitu pun rekan tenaga medis, sudah seharusnya kita dukung dalam setiap perjuangan mereka. Tentu jangan lupakan saudara kita yang terdampak pada bidang perekonomian, tentu sewajarnya kita bantu berdasarkan kemampuan diri sendiri. Begitu urgentnya rasa empati pada orang lain membuat persatuan dan saling mengasihi kita akan semakin berkembang.

2. Menumbuhkan sikap tolong menolong dan memberi
Dikala merebaknya pandemi covid 19, sikap saling tolong menolong harus terawat. Sikap inilah yang kemudian dapat memupuk rasa solidaritas kita. Semakin menyadari akan sukarnya keadaan orang lain maka sifat welas asih pun akan semakin muncul dipermukaan yang kemudian membawa tangan kita agar segera memberi pertolongan kepada yang membutuhkan. Tentu tolong menolong bukan hanya diukur dari sudut materi semata, lebih dari itu memberi spirit dan juga senantiasa mengucap doa bisa dikategorikan sebagai sikap tolong menolong.

3. Senantiasa menjaga komunikasi 
Memang tidak dapat dipungkiri, dengan adanya kebijakan stayathome. Berpengaruh terhadap menurunnya komunikasi langsung antar orang. Akan tetapi di zaman yang serba modern seperti saat ini, komunikasi bisa dilakukan melalui beberapa platform. Jagalah selalu komunikasi dengan keluarga, sahabat serta yang lainnya. Berilah selalu perhatian dan juga arahan, hal ini dimaksudkan agar rasa persatuan kita semakin menguat. Dengan demikian usaha untuk memupuk solidaritas akan semakin muncul ke permukaan. 

4. Memperkuat silaturahmi
Walaupun di kondisi seperti ini, silaturahmi dapat selalu di lakukan, lagi – lagi dengan memanfaatkan tekonologi yang telah tersedia dengan berbagai keunggulannya. Silaturahmi tidak terbatas hanya dengan keluarga atau kerabat. Karena kita bisa menjalin silaturhmi dengan para tenaga kesehatan yang tengah berjuang di medan pertempuran guna memberi semangat lebih atau membantu dalam bentuk materi. Kita pun juga dapat memberi bantuan kepada saudara – saudara yang sedang kesusahan. Dengan memberikan sebagian harta kepada yang membutuhkan .Tentu di tengah situasi pandemi silaturahmi harus tetap terjaga sekalipun hanya memanfaatkan teknologi komunikasi yang ada. Dengan diimplemntasikannya silaturahmi antar personal sudah barang tentu akan semakin memperkokoh nilai solidaritas kita.

Perjuangan tidak akan berarti manakala hanya dilakukan oleh sebagian pihak saja. Untuk itulah diperlukan rasa kesatuan, persatuan dan kesadaran bersama jika menginginkan wabah segera usai di Indonesia. Begitu pentingnya menanamkan nilai – nilai solidaritas sebagai manifestasi kekuatan bangsa guna menghadapi  pandemi covid 19. Setiap unsur bangsa yang tengah berjuang melawan  corona haruslah senantiasa menjaga dan merawat nilai – nilai solidaritas. Dengan terawatnya solidaritas tersebut maka secara eksplisit akan berimplikasi begitu efektifnya terhadap keberhasilan percepatan pemutusan rantai penyebaran covid 19 di Indonesia dan ketika itu sudah terjadi alhasil negara kita akan semakin menjadi negara yang besar. Negara yang bukan hanya menunjung tinggi nilai perbedaan akan tetapi secara bersamaan negara yang juga menjunjung tinggi nilai solidaritas dan kebersamaan dalam menghadapi situasi sesulit apapun.

*Kader IMM Ponorogo

Editor : R Fauzi Fuadi
Ilustrator : Viki

Comment here