Berita

KADER HIJAU MUHAMMADIYAH LAUNCHING WEBSITE DI WADUK SEPAT SURABAYA BERSAMA WARGA. KOMITMEN DUA HARI SATU TULISAN?

Komite Nasional Kader Hijau Muhammadiyah (Komnas KHM) mengadakan kegiatan launching website yang bertemakan “Gerakan Penyadaran Dakwah Ekologi Melalui Literasi Media” pada Sabtu (3/8/2019) yang bertempat di Pedukuhan Sepat Lidah Kulon Surabaya.

Website tersebut bisa diakses melalui www.kaderhijaumu.id, atau dapat juga mengunjungi offical instagram @kaderhijaumuhammadiyah. Dalam kegiatan ini dihadiri sekitar 60 orang, yang terdiri dari kader-kader Organisasi otonom Muhammadiyah se-Surabaya, Aliansi Selamatkan Waduk Sepat (Selawase) dan Warga Waduk Sepat.

Pak Darno sebagai perwakilan warga Sepat pada waktu sambutan mencoba menceritakan kembali sejarah dan lika-liku perjuangan masyarakat Waduk Sepat dalam mempertahankan keutuhan waduk.
“Saya sempat divonis selama 2 bulan 15 hari karena menolak pengurukan waduk, karena pengurukan waduk adalah suatu tindakan yang tidak waras”, tandasnya.

Selain itu dalam kegiatan tersebut juga diisi dengan diskusi yang cukup menarik, dengan menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam bidang literasi media. Cak Ferry Yudi sebagai Pimpinan Klikmu.co, dalam diskusi ia menyampaikan ketika memperjuangankan hajat orang banyak, maka harus ditempuh dengan berbagai cara walaupun itu sulit, salah satunya bisa melalui media.
“Bahwa dengan media kita harus mampu mewarnai perjuangan, karena perjuangan dalam melawan kebatilan tidak harus di dalam masjid”, pungkasnya.

Lebih dalam ia juga mengatakan perlunya kekuatan iman untuk memperjuangan waduk sepat. “Mengutip perkataan Ali Bin Abi Thalib bahwa kebaikan yang terorganisir akan kalah dengan kemungkaran yang terorganisir”, terangnya.

Kemunculan website KHM banyak diapresiasi oleh banyak pihak, tidak terkecuali dari warga Sepat. Dian Purnomo sebagai salah satu narasumber yang hadir mengucapkan selamat sekaligus berharap pada website baru KHM agar obyektif dalam membuat berita dan menyebarkan informasi ke masyarakat.
“Selamat atas di launchingnya website KHM, semoga menjadi media alternatif dalam menyebarkan kebaikan dan melawan media mainstream yang membungkam persoalan di Waduk Sepat”, ucapnya saat mengisi diskusi.

Selain itu, ia juga menyinggung Walikota Surabaya Bu Risma yang kurang memperdulikan persoalan Waduk Sepat, baginya Waduk Sepat ini sangat penting bagi jangka panjang, karena fungsi waduk salah satunya adalah sebagai tempat resapan dan penampung air.
Oleh sebab itu ia sangat menyesalkan tindakan Bu Risma yang seolah-olah tidak peduli dengan nasib Waduk Sepat.
“Bagi kami Walikota Surabaya periode sekarang tidak baik dalam urusan waduk sepat, karena membiarkan persoalan ini dan tidak melakukan sesuatu”, ucapnya.

Berbeda dengan narasumber lainnya, Ambawani Gelar sebagai narasumber berikutnya menyampaikan bahwa pemanfaatan website adalah sebagai sarana informasi yang merupakan tuntutan zaman.
“Saya turut mengapresiasi yang di lakukan oleh KHM karena berani membuat gebrakan baru dalam mempercepat akses informasi ke publik”.

Ia juga menambahkan bahwa dalam mengelola sebuah website tidak bisa hanya dilakukan 1 orang saja, melainkan harus melibatkan banyak orang. Selain itu ia juga mengingatkan kepada pimpinan KHM, bahwa dalam dunia media sosial terdapat banyak kendala dan tantangan yang harus dihadapi.
“Dalam mengelola sebuah media terdapat salah satu kendala, misalnya saja terdapat banyak buzzer yang terkadang menyerang media kita”, katanya.

Sedangkan tujuan KHM membuat website menurut Jihan selaku narasumber menyampaikan, bahwa dibuatnya website ini tidak lain adalah sebuah perjuangan kader Muhammadiyah untuk membuat gerakan baru melalui literasi media.
“Website ini adalah sebagai ikhtiar kami dalam memperjuangkan keadilan dan sebagai sarana jihad melawan kemungkaran”, ujarnya saat mengisi diskusi.

Lebih jauh ia juga menyinggung terkait pemberintaan media mainstream yang selama ini bungkam terhadap kasus-kasus sosial-ekologis, oleh sebab itu website ini hadir untuk melawan itu semua.
“Website kami juga akan mencoba mempublikasikan fakta-fakta dalam isu sosial ekologis, misalnya saja dalam kasus waduk sepat”, katanya.

Syahrul selaku koordinator website juga mengatakan, bahwa website tersebut bersifat terbuka dan boleh diisi tulisan-tulisan yang berasal dari kader Muhammadiyah ataupun masyarakat umum.
“Kami akan mengupdate tulisan website 2 hari sekali, khususnya jenis opini dan website kami terbuka untuk masyarakat umum, tidak hanya khusus untuk kalangan kader Muhammadiyah saja”, tandasnya saat menutup sesi diskusi.

Kegiatan tersebut pada akhirnya ditutup dengan sesi tanya jawab oleh peserta kepada para narasumber, dengan diiringi oleh lantunan musik perjuangan yang semakin menghangatkan suasana.

Reporter : Afrizky Fajar Purnawan
Editor : Syahrul Ramadhan

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button