Opini

Kerancuan Pendidikan di Tengah Wabah Covid 19

Oleh : Abdul Kadir

Covid-19 yang terjadi di berbagai belahan dunia berdampak terhadap berbagai sektor termasuk pada sektor pendidikan. Peraturan pemerintah yang mendadak memutuskan, meliburkan, atau memindahkan proses pembelajaran di rumah secara Online atau daring, Menyebabkan proses belajar tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sehingga proses belajar yang seharusnya dilaksanakan di gedung-gedung sekolah atau Universitas harus dilaksanakan di rumah. Wabah Covid-19 Membuat keresahan bagi banyak pihak baik dari pihak murid, orangtua, maupun pihak sekolah.

Ketidaksiapan pihak sekolah maupun kampus dalam melakukan kegiatan proses pembelajaran secara online atau daring menjadi salah satu kendala. Proses belajar mengajar secara daring, memiliki kendala bagi guru dan murid, terutama kawasan atau suatu daerah yang tidak terjangkau jaringan internet. Seorang guru dan dosen juga mengalami kesulitan dalam memantau dan memberikan tugas kepada siswa selama berjalannya proses daring tersebut. Pemerintah telah memberikan kebijakan alternative yang sangat membantu dalam proses pemberian nilai terhadap siswa sebagai syarat penentuan kenaikan atau kelulusan dari lembaga pedidikan disaat situasi darurat seperti ini

Juta umat manusia di seluruh dunia terkena dampak dari Virus Covid-19, bahkan sudah banyak korban yang meninggal dunia beberapa. Seperti yang dinegara besar  di belahan dunia. Demikian pula dengan daerah tempat tinggal saya telah banyak masyarakat yang terdampak virus Covid-19, bahkan daerah saya menjadi rawan penyebaran virus sehingga masuk dalam zon merah.  Beberapa gejala yang dialami oleh orang yang terinfeksi virus Corona ini adalah  demam dengan suhu diatas 37°C, diare, sakit perut, gangguan pernafasan batuk, sesak nafas, serta adanya gejala lainnya seperti gangguan pada tenggorokan, mual, dan pilek. Serta kehilangan fungsi indra pengecap dan penciuman. Apabila gejala tersebut sudah dirasakan, maka perlu adanya karantina mandiri. 

Selain dari pada itu Dengan adanya wabah Covid-19 ini khususnya di bidang pendidikan juga ikut terkena imbas dari munculnya virus ini, Kementrian pendidikan diberbagai Negara telah mengambil tindakan bagi sekolah dan Universitas yang ada untuk melakukan proses pembelajaran melalui daring. Pembelajaran melalui daring ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi penyebaran virus, adanya beberapa perubahan dalam proses pembelajaran seperti yang dulunya melalui tatap muka sekarang berubah menjadi Online atau daring. Dengan online atau daring tentunya memaksa berbagai pihak untuk mengikuti proses dan alurnya, agar sistem pembelajaran dapat berjalan dengan baik . Namun semua itu jauh dari harapan, sistem ini tidak berjalan secara efektif dari jauh dari yang kita banyangkan, dimana seluruh pihak mengalami kesulitan, tidak hanya para siswa, tetapi juga dengan orang tua, guru, dan pemerintah. 

Adanya proses daring ini menyebabkan pelajar sangat kesulitan dalam memahami materi-materi yang diberikan, guru dan dosen tidak efektif dalam menjelaskan meteri-materi yang telahdisiapkan,  juga adanya kendala jaringan bagi para pengguna internet. Kami sebagai pelajar mengharapkan proses pembelajaran secara daring cepat berakhir dan proses pembelajaran secara tatap muka agar diterapkan kembali. Adapun faktor-faktor yang menjadi penghambat terlaksananya proses pembelajaran secara daring antara lain:

  • Kurangnya Penguasaan Dalam Teknologi 

Harus kita ketahui bahwa tidak semua pihak guru lancar dalam menggunakan teknologi saat ini. Pada masa lalu, tidak ada alat teknologi canggih seperti sekarang ini, sehingga mereka belum lancar dalam menggunakan media tersebut. Sebenarnya guru dapat menggunakan teknologi saat ini asakan  guru berusaha dan mau belajar.

Seharusnya setiap harus terus berusaha mempelajari perubahan zaman, sekaligus dapat mengikuti perkembangannya. Karena apalagi saat ini sudah banyak alat teknologi canggih yang dapat kita aplikasikan, perubahan zaman yang semakin canggih seperti yang kita rasakan saat ini. Apabila kita tidak mau berusaha dan belajar maka kita akan ketinggalan informasi disebab sebagian besar informasi berasal dari alat teknologi yang canggih.

  • Keterbatasan Sarana Dan Prasarana

Terbatasnya perangkat pendukung seperti Laptop, dan Handphone yang memadai,  menyebabkan proses pembelajaran secara daring menjadi sulit bagi para pelajar. Tidak semua orangtua mereka mampu menyediakan fasilitas untuk memenuhi proses belajar mengajar dengan sistem daring, Bahkan kalaupun mereka punya fasilitas namun tidak dapat digunakan untuk mendukung proses pembelajaran, Hal tersebut karna ketidaktahuan orangtua dalam membimbing anaknya dalam memanfaatkan teknologi dalam proses daring. 

  • Jaringan Internet

Dalam proses pembelajaran secara daring tidak bisa lepas dari penggunaan jaringan internet. Tidak semua tempat dapat terkoneksi dengan jaringan internet. Dalam penggunaan jaringan seluler terkadang jaringan yang digunakan juga tidak stabil karna jauh dari jangkauan sinyal seluler. 

  • Biaya

Adanya penerapan proses pembelajaran secara daring ini menjadi masalah kouta yang dibeli untuk kebutuhan internet ini menjadi melonjak, karena pelajar tidak siap untuk menambah anggaran dalam menyediakan jaringan internet. Kerja keras yang dilakukan oleh para guru dan dosen saat pandemi ini perlu diapresiasikan. Ditengah wabah Covid-19 mereka tetap semangat dalam mengajar memberikan ilmu pengetahuan. Tidak ada yang menyangka, pendidikan akan berubah akibat pandemi Covid-19.

Konsep penerapan pembelajaran secara online juga terbatas pada Universitas terbuka, tempat kursus-kursus tambahan dan sekolah-sekolah yang ada. Kebijakan ini diberlakukan untuk memutus adanya penyebaran wabah saat ini, dimana perubahan yang sudah diberlakukan dibidang pendidikan formal di bangku sekolah dan universitas-universitas yang ada sudah diterapkan untuk belajar dirumah, dengan sistem daring atau online. 

Di balik permasalahan serta keluhan, ternyata juga terdapat hikma bagi pendidikan di Indonesia. Diantaranya siswa maupun guru dapat menggunakan serta dapat menguasai teknologi dalam proses pembelajaran secara online. Guru dan siswa dituntun agar memiliki kemampuan dibidang teknologi. Penguasaan siswa maupun guru terdapat proses pembelajaran yang sangat bervariasi, ini semua menjadi tantangan tersendiri bagi para pengguna.

Dengan adanya kebijakan daring, maka mampu mempercepat untuk menguasai teknologi dalam proses pembelajaran secara daring.  Tuntunan kebutuhan tersebut membuat mereka dapat mengetahui media online sebagai pengganti pembelajaran dikelas secara langsung seperti yang kita rasakan saat ini

Adapun sarana dan prasarana yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran online antara lain, aplikasi zoom, google classroom, youtube, google meet dan media sosial /whatsapp. Sarana tersebut dapat digunakan secara maksimal sebagai media dalam melangsungkan proses pembelajaran di kelas dengan menggunakan media online, Maka secara tidak langsung kemampuan menggunakan teknologi dapat dikuasi oleh siswa maupun guru.

Setelah para pelajar mampu menguasai berbagai sarana pembelajaran secara online. Maka muncul pemikiran atau ide-ide baru sehingga metode pembelajaran lebih bervariasi. Misalnya guru dan dosen membuat konten video kreatif  sebagai bahan ajar guru maupun dosen. Dalam hal ini, guru lebih persuasif untuk membuat peserta didik semakin tertarik dengan materi yang diberikan oleh guru maupun dosen. Sehingga dengan adanya penerapan metode pembelajaran di rumah secara daring, membuat para siswa tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran yang berlangsung.

Penggunaan teknologi dalam menyelesaikan tugas pada siswa, juga dapat menimbulkan kreativitas dikalangan siswa dalam mengembangkan pengetahuan. Dengan adanya metode pembelajaran yang bervariasi dari guru dan dosen, para siswa mampu menciptkan suatu pembelajaran kreatif yang dapat mengembangkan pemikiran melalui analisis mereka sendiri. Adanya pandemi Covid-19 memberikan hikmah yang lainnya. Pembelajaran yang dilakukan di rumah, dapat membuat orangtua  lebih muda dalam megontrol atau mengawasi terhadap perkembangan belajar anak secara langsung.

Orangtua lebih mudah dalam membimbing cara belajar anak di rumahnya. Hal tersebut dapat menimbulkan komunikasi yang lebih intensif dan menimbulkan hubungan kedekatan lebih erat antara anak dan orangtua. Orangtua dapat melakukan pembimbingan secara langsung kepada anaknya mengenai materi pembelajaran yang belum dipahami atau belum di mengerti oleh anak. 

Kegiatan pembelajaran secara daring, orangtua dapat memantau sejauh mana kompetensi dan kemampuan pada anaknya. Kemudian ketidakjelasan dari materi yang diberikan kepada guru dan dosen, membuat komunikasi antara anak dan orangtua semakin erat dan terjalin dengan baik. Orangtua dapat membantu kesulitan yang dihadapi anaknya.

Hikmah selanjutnya yaitu penggunaan media seperti handphone. Peran orang tua semakin diperlukan dalam melakukan pengawasan terhadap penggunaan gadget. Hal tersebut memberikan dampak positif bagi anak, dalam memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat. Anak cenderung menggunakan handphone untuk mengakses berbagai sumber pembelajaran dari tugas yang diberikan oleh guru dan dosen. Sehingga dapat membuat anak menghindari penggunaan gadget pada hal-hal kurang bermanfaat atau negative.

Pendidikan di Indonesia ikut terdampak adanya pandemi Covid-19 namun dibalik semua itu terdapat hikmah dan pelajaran yang dapat diambil. Dengan adanya kebijakan pemerintah diberbagai Negara untuk melakukan pembelajaran melalui online atau daring, dapat memberikan manfaat yaitu dapat meningkatkan kesadaran untuk menguasai kemajuan teknologi.

Dalam menghadapi pandemi wabah Covid-19 yang disertai dengan kebijakan untuk dapat menjalankan proses pembelajaran secara daring. Banyak kelebihan dalam proses pembelajaran online, para pendidik juga diharuskan agar memaksimalkan waktunya untuk memulai pelajaran secara daring sehingga proses belajar mengajar tetap berlangsung dan terlaksana.

Dengan berjalannya proses daring para peserta didik mengalami ketidaknyamanan adanya kendala yang mereka rasakan seperti: kurangnya penguasaan teknologi, keterbatasan sarana dan prasarana, tidak adanya jaringan internet maupun situasi geografis di berbagai daerah yang sangat sulit untuk menjangkau jaringan. Salah satu aplikasi yang biasa dipergunakan yaitu google classroom dimana aplikasi tersebut cukup mudah untuk menjalankan proses daring. Aplikasi classroom menjadi jawaban dalam pelaksanaan pembelajaran yang tidak memungkinkan untuk tatap muka.

Editor : R Fauzi Fuadi
Ilustrator : Habibi

Show More

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Check Also
Close
Back to top button